Ahmad Dhani Prasetyo menulis surat dari balik jeruji Rutan Medaeng , Surabaya . Surat itu ditulis sebelum dia menjalani sidang kedua dalam kasus ujaran kebencian “idiot” di Pengadilan Negeri Surabaya , Selasa (12/2/2019).

Belakangan, surat tersebut saat ini sudah tersebar di grup-grup media di Surabaya. Berikut isi surat Ahmad Dhani:

Surat kepada seluruh media nasional
Selama 14 hari ini telah terjadi salah persepsi soal pemberitaan Ahmad Dhani di Penjara.

Perlu saya luruskan kembali, Bahwa saya, Ahmad Dhani tidak di penjara karena menjalani VONIS 1,5 TAHUN. Saya, Ahmad Dhani Ter PENJARA karena PENETAPAN PENGADILAN TINGGI YANG MENETAPKAN SAYA DI PENJARA 30 HARI.
Tolong ini di GARIS BAWAHI.

Kami melakukan upaya BANDING atas VONIS PENGADILAN NEGERI, maka seharusnya nya saya tidak di tahan seperti LAZIM nya. Contoh nya dalam Kasus Buni Yani yang di eksekusi di tingkat KASASI .

Jadi tolong media tanyakan kepada PENGADILAN TINGGI,

Kenapa saya di tahan selama 30 hari ?
Kenapa harus 30 hari ?
Kenapa yang lain nya ketika Banding tidak di tahan, kok saya di tahan 30 hari?
Lalu di hari yang sama keluar KETETAPAN BARU yaitu AHMAD DHANI DI PINDAH KE RUTAN MEDAENG HINGGA PERSIDANGAN SELESEI. Menurut saya ini adalah KETETAPAN YANG TIDAK LAZIM
karena saya bukan
PEMBUNUH
PERAMPOK
TERORIS
KORUPTOR

demikianlah surat ini saya buat semoga ada PEMBERITAAN YANG JERNIH

Terima kasih.

Ahmad Dhani

Ditulis di Rutan Medaeng Surabaya

Foto: Ashar/Tabloid C&R

Seperti diketahui, Ahmad Dhani divonis 1,5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 28 Januari lalu. Ia langsung dipenjara di Rutan Cipinang, Jakarta Timur.

Dhani kemudian dipindahkan ke Rutan Medaeng Surabaya selama menjalani sidang kasus pencemaran nama baik, terkait vlog berisi ucapan ‘idiot’ kepada kelompok massa pembela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Kota Surabaya.

 

 

Recommended